Jakarta, 3 Juni 2026 – Waruna Group menyelenggarakan Officer Seminar bertajuk “Operational Excellence: Turning Standards into Habits”, yang menghadirkan para perwira kapal, manajemen operasional, serta profesional dari berbagai sektor industri maritim. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan, kepatuhan, dan keunggulan operasional yang berkelanjutan di seluruh armada.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam operasional pelayaran modern. Sesi pertama disampaikan oleh Andi Rustan, S.SiT., M.M., M.Mar. E., Subkoordinator Kelompok Substansi Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal Barang dan Peti Kemas Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau membahas implementasi regulasi MARPOL, Ballast Water Management, dan Anti-Fouling System sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan laut sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional.
Perspektif industri energi disampaikan oleh Syafiq, Head of Vetting PT Pertamina International Shipping, yang membagikan wawasan mengenai sektor energi nasional serta langkah-langkah keberlanjutan yang dilakukan dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.
Selain aspek teknis dan regulasi, seminar juga menyoroti pentingnya faktor manusia dalam mendukung keselamatan operasional. Oktina Burlianti, M.Si., Psikolog, membahas berbagai risiko psikologis yang dapat muncul dalam lingkungan kerja maritim, termasuk fatigue, kepatuhan musiman, dan budaya shortcut. Melalui pendekatan psikologis, peserta diajak memahami pentingnya membangun perilaku kerja yang konsisten untuk meminimalkan risiko operasional.

Topik teknologi dibawakan oleh Suyitno, Field Service Team Manager Alfa Laval, yang memaparkan perkembangan teknologi ballast water treatment yang telah memenuhi persyaratan International Maritime Organization (IMO) dan United States Coast Guard (USCG), sebagai solusi untuk mendukung operasional kapal yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Aditya Trisandhya Pramana, Vice President Statutory Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), menyampaikan analisis terkait hasil inspeksi Port State Control (PSC) terhadap kapal berbendera Indonesia sepanjang tahun 2025. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai temuan-temuan yang paling sering muncul serta strategi peningkatan kepatuhan guna mendukung performa armada nasional.

Sebagai penutup, Rajasegar Raju selaku GM QHSEV / DGM Technical Operations Waruna Group memaparkan capaian kinerja armada tanker perusahaan. Salah satu pencapaian yang disoroti adalah penurunan failure days sebesar 64% pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2022. Menurutnya, hasil tersebut tidak semata-mata dicapai melalui investasi teknologi atau peralatan baru, tetapi melalui penerapan kebiasaan operasional yang disiplin dan konsisten.
Dalam sesi tersebut, Rajasegar juga membagikan pendekatan sederhana namun efektif dalam membangun budaya operational excellence di atas kapal, antara lain melalui prinsip “Clean Deck = Confident Crew”, “Clean Engine Room = Professional Team”, “Report Defects Early”, serta “Inspection-Ready Every Day”.
Melalui Officer Seminar 2026, Waruna Group menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat budaya keselamatan, serta mendorong implementasi praktik operasional terbaik guna mendukung operasional pelayaran yang andal, aman, dan berkelanjutan.